Parepare – Salah satu paslon dikabarkan mulai melakukan money politik dengan menyebarkan uang tunai berjumlah Rp350 ribu kepada masyarakat dengan kedok membagi sarung di Kota Parepare.
Hal ini diduga terjadi di beberapa titik posko tim atau rumah masyarakat yang ada di Kota Parepare, yang disinyalir jadi lokasi penyaluran politik uang tersebut.
“Kita berharap Bawaslu bisa bertindak profesional dalam melaksanakan tugasnya sebagai sebagai Pengawas Pilkada,” kata salah satu tim dari paslon lainnya, berinisial Z.
Pasalnya menurut Z, Tim paslon tersebut diduga telah kedapatan dua kali membagi uang tunai.
“Bawaslu juga terkesan pilih kasih dalam penegakan hukum Pilkada di Kota Parepare, sehingga mengakibatkan tidak adilnya Proses Pilkada di mana salah satu pihak dengan mudah melakukan money politik tanpa disentuh,” kata Z.
Hingga berita ini diterbitkan masih diupayakan melakukan konfirmasi kepada Bawaslu Kota Parepare.
Dituding Money Politik, Jubir TSM-MO: Itu Tidak Benar, Kami Hanya Fokus Bekerja!
Menanggapi adanya berita beredar bahwa tim Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare nomor urut 3, Tasming Hamid-Hermanto (TSM-MO) melakukan money politik.
Hal itu ditanggapi oleh Juru Bicara (Jubir) TSM-MO, Fuad Ukkas bahwa berita itu tidak benar adanya.
Fuad menjelaskan bahwa pembagian sarung telah dilakukan sejak awal masa kampanye yang merupakan souvenir APK sesuai ketentuan PKPU 13 Tahun 2024.
“Tentunya dengan ketentuan nilainya tidak melebihi Rp100 ribu,” kata Fuad. Kamis, 14 November 2024.
“Cuma tadi ada informasi liar bahwa tim paslon TSM-MO melakukan money politik dengan modus operandi menyelipkan sejumlah uang dalam lipatan sarung. Informasi itu tidak benar!” tegas Fuad.
Ia mencontohkan, seperti kegiatan kampanye tatap muka dan dialog TSM-MO tadi siang di lapangan Binalipu, Kelurahan Bumi Harapan, diawasi langsung oleh Panwascam Bacukiki Barat.
Fuad menegaskan bahwa TSM-MO bersama timnya tetap fokus bekerja dan mengembangkan basisnya.
“Kami tidak peduli dengan isu-isu liar yang tidak benar. Karena kami hanya fokus bekerja, sebab target kami adalah bagaimana kita keluar sebagai pemenang di akhir kontestasi,” kunci Fuad. (*)





