
Sumenep,- Ketua Brigade 571 Trisula Macan Putih (TMP) Korwil Madura, Sarkawi, akan terus menyoal sikap tegas dan arogansi Ketua DPRD sementara Kab. Sumenep.
Disoal arogansi dan premanisme yang dilakukan H. Zainal Arifien terhadap para Mucikari di Desa Belluk Ares Kecamatan Ambunten Kab. Sumenep, dituding bukan langkah yang benar.
“Ketua DPRD itu, setidaknya berwibawa dan menjunjung tinggi kehormatan, artinya memanusiakan manusia, bukan menghakimi atau menjatuhkan”
Ia menjelaskan, keberadaan H. Zainal sebagai Ketua DPRD Sementara sangat tidak memberikan contoh yang baik, karena tidak mencerminkan etika yang baik dan menyejukkan bagi masyarakat di Kab. Sumenep. Tudingnya.
“Saya ingin gelar audiensi dengan H. Zainal Arifien itu sebagai langkah untuk memerankan tugas saya sebagai ketua ormas yang ada di Wilayah Madura”
Temuan dan sikap arogansi yang dilakukan oleh ketua DPRD Sementara dapat mencoreng wajah parlemen di pemerintahan Kab. Sumenep. Makanya, saya ingin H. Zainal itu menemui kita selaku aktifis di Kab. Sumenep. Ungkapnya.
“Sebenarnya saya tidak menuntut apa-apa, hanya saja, kita ingin H. Zainal Arifin itu, memberikan pernyataan maaf atas sikap arogansi yang premanisme itu”
Jika tidak, kata Sarkawi, persoalan ini akan berbuntut panjang, karena langkah yang dilakukan oleh seorang legislator itu sangat menciderai dan melukai hati masyarakat di Kab. Sumenep.
“Perbuatan premanisme yang dilakukan oleh Politisi Partai PDI-P itu benar-benar menciderai institusi di lingkungan pemerintahan Kab. Sumenep, makanya, saya meminta pihak terkait untuk ambil sikap”
Jadi, sambungnya, Saya sebagai ketua Ormas memiliki langkah dan tanggungjawab yang besar untuk menjaga amanah dan tanggungjawab ditubuh organisasi.
“Saya hanya membawa aspirasi dari masyarakat Kab. Sumenep, untuk disampaikan kepada Ketua DPRD Sementara, melalui serap aspirasi ini akan saya sampaikan kepada Masyarakat”
Tujuannya, kata dia, agar terjalin iktikat yang baik, untuk mencari solusi bersama, agar tidak menimbulkan fitnah berkepanjangan, apalagi nama H. Zainal Arifien itu terendus menerima upeti dari salah satu mucikari. Pungkasnya. (fay)




