Kades Poreh Kec. Lenteng Kab.Sumenep, Abd. Gafur Di Minta Bertanggungjawab, Soal Proyek TPT Yang Di Duga Bermasalah.

Foto : Pekerjaan TPT di Jalan Kalimas Gotogu Desa Poreh Kec. Lenteng Kab. Sumenep diduga tidak sesuai spesifikasi.

Prorakyatonline.id, Sumenep

Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Jalan Kalimas Gotogu Desa Poreh Kec. Lenteng Kab. Sumenep, diduga bermasalah dan tidak sesuai spesifikasi.

Hal ini, berangkat dari temuan Tim Investigasi dilapangan, Keberadaan proyek TPT yang menjadi bahan kajian saat para aktifis berdiskusi ternyata ditemukan di wilayah Poreh tepatnya di Jalan Kalimas Gotogu Desa Poreh Kec.lenteng Kab. Sumenep.

Menurut, Ketua Tim investigasi, RB. Sadamih, SH saat melakukan sidak kelapangan, mengatakan, jika kegiatan proyek TPT di Jalan Kalimas Gotogu Desa Poreh itu dinilai janggal, karena pada saat kegiatan berlangsung, tidak memasang papan nama kegiatan. Tegasnya

” Padahal setiap kegiatan proyek yang menggunakan dana dari pemerintah, harus memasang papan nama kegiatan baik yang bersumber dari dana APBD maupun APBN”

Prihal temuannya pada saat investigasi, kata dia, akan menjadi atensi dan kajian untuk kemudian dijadikan delik aduan kepada Inspektorat agar di tindaklanjuti, mengingat kegiatan tersebut bersumber dari dana Pemerintah. Jelasnya

” Kegiatan yang tidak ada papan nama proyeknya, terinfikasi kegiatan yang sengaja di fiktifkan dan dibikin asal-asalan demi sebuah keuntungan ”

ia juga menjelaskan, proyek TPT di Desa Poreh it, secara kasat mata memiliki kualitas pekerjaan yang sangat jelek, juga diragukan, hal ini dilihat dari adanya Batu dan Semen yang dipakai terkesan asal-asalan.

” Proyek TPT di Desa Poreh itu, jauh dari kata sempurna, sehingga dari temuan itulah para aktifis tidak akan ragu lagi untuk melaporkan kegiatan fisik yang diduga jadi bancaan oknom pelaksana kegiatan”

Hasil dari temuan tim investigasi dan kajian para aktifis di kab. Sumenep, justru menambah tanda tanya. berapa anggaran kegiatan pekerjaan TPT di Desa Poreh secara detailnya.

Sebab, kata dia, selama ini, para aktifis hanya menduga – duga adanya proyek TPT yang disebut menelan harga yang sangat fantastik sampai bernilai puluhan juta rupiah. Tudingnya

” Namun, jika kegiatan itu, hanyalah proyek fisik yang tak jelas, yang di laksanakan tanpa pengawasan yang tak jelas juga, maka akan berdampak kepada fatalnya sebuah kegiatan yang bertendesi masalah”

Itulah sebabnya, kata dia, kegiatan proyek TPT itu disoal dan dipertanyakan karena mengingat besarnya anggaran dan minimnya pekerjaan, sehingga muncul polimek, ” Jangan-jangan ini proyek hanya formalitas untuk serapan anggaran, tapi fisiknya abal-abal,”

Sementara Kepala Desa Poreh, Abd. Gafur, S. Kep sampai berita ini dinaikkan belum bisa dikonfirmasi, meski ditelpon berkali-kali, belum ada konfirmasi balik.

Secara terpisah, Masyarakat dan warga Poreh Kec. Lenteng Kab. Sumenep, berharap Pemerintah melalui Inspektorat maupun Dinas terkait segera turun tangan untuk memeriksa keabsahan proyek tersebut agar tidak menimbulkan dugaan lebih jauh. (Faisol)