Mengenal Sosok Faisol Sadamih Pegiat Sosial yang Inovatif

RB.Moh. Faisol Sadamih, S.Sos, lahir di Desa Rombiya Barat, Kecamatan Ganding Kab. Sumenep, pada Tanggal 6 Februari 1978, Berlatar Pendidikan di dua Pondok Pesantren, Yakni PP. Sumber Mas di Desa Rombiya Barat dan Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep Madura.

Pendidikan formalnya di lembaga Madrasah Ibtidaiyah, Sumber Mas (1994) MTS I Annuqayah (1996) MA I Annuqayah (1999) dan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung (2000- Tidak Selesai ) dan, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudldatul Iman (STIDAR) Gadu Barat Ganding Sumenep (2023)

Semasa di pendidikan Pesantren Annuqayah, pernah menjabat sebagai Ketua perpustakaan Pusat Annuqayah (1999-2000) Ketua kelompok Baca Puisi (KBPA) Annuqayah (1997) Anggota Sanggar Andalas Lubangsa (1996-2000) dan aktivis Kembara 7

Ia juga bergabung dengan komunitas Sanggar Andalas, dan pernah menyutradarai pementasan Teater bertema Syekh Siti Jennar, Sebagai Sutradara terbaik III tingkat Jawa Timur di Depot Akura UNIRA Pamekasan (2005). Dan menjadi Kordinator kegiatan lomba-lomba menjelang 1 Abad Annuqayah (2000)

Memiliki banyak pengalaman hidup, dalam sebuah organisasi sosial, terutama dalam panggung kesenian teater baik sebagai penulis Naskah Drama, Skenario maupun sebagai Sutradara dalam sebuah pertunjukan.

Di Jawa Barat, aktip berkesenian dan masuk dalam kegiatan produksi Film dan pertunjukan Teater Re-Actor, asuhan Poernomo Arek, dan berkarya bersama teman-teman komunitas di lembaga Bias Kriya Nusantara Bandung.

Selain itu, Sebagai Pimpinan Produksi Sanggar Sastra Siswa Indonesia Bandung (YJSB) bekerjasama dengan Majalah Horison, The Ford Foundation Jakarta (2002)

Ia juga pernah menjadi Ketua Pelaksana kegiatan Forum Penulis “International Media Network, PT Kaba Media Bandung (2006) dan,
Pimpinan Produksi di kegiatan Teater G-gef, Poernomo Arek Bandung. (2001-2006)

Selain beraktifitas di kesenian Jawa Barat, juga menjadi Panitia bidang Acara di Pameran Buku Terbesar yang digelar oleh Ikatan Penerbit Buku Indonesia (IKAPI) Jawa Barat.

Di undang ke Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta dalam rangka Ulang Tahun KSI ke- V di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB. Jassin Jakarta bersama Erwan Juhara, Ketua Agupena Jabar dan Ketua Yayasan Jendela Seni Bandung (2001).

Setelah memilih menetap di kampung kelahiran, dan mendapat tawaran di Lembaga Swasta Madrasah Aliyah (MA) Agung Damar Pakamban Daya, Pragaan Sumenep, sebagai Guru Sejarah (2012)

Diluar mengajar juga bekerja sebagai Jurnalis perwakilan Kab. Sumenep, diantaranya, Bulletin Pro Rakyat, (2012) Lira News,com, (2013) Transparansi, com. (2014) Channel Indonesia.com, (2015) Reporter Koran Madura, (2016)

Pernah menjadi penulis prealence pada Media Berita Metro, (2016) Koran Harian DUTA Masyarakat (2017) dan Harian Bangsa Jawa Timur perwakilan Kab. Sumenep. (2018)

Beberapa Karya buku dalam bentuk antologi Puisi bersama Olle Ollang, (1998) Perbani 13 (1999), Pertemuan Sufi bersama Moh. Alfayyadl (2000) Bandung dalam Puisi (2001) Di atas Viaduct (2009) Tzunami Nangro Aceh (2008)

Kemudian, Sajak Kemerdekaan (2009) Nyanyian Sebelum Subuh (2002) Sertifikat Cinta (2006), Senyuman lembah Ijen (2018) Cimanuk, ketika Burung-burung kini telah pergi (2016) Kerinduan sampai ke Bulan (2012) Luka yang tergores (2013)

Beberapa karya tulis dalam bentuk Puisi, Cerpen dan essay di muat di beberapa media lokal dan nasional, salah satunya, Majalah Suaka, IAIN SGD Bandung, Majalah Seni Jabar, Koran H.U Pikiran Rakyat Bandung, Koran H.U Galamedia, Bandung, dan Radar Madura, dan penulis tetap di Bulletin Jendela Newsletter, Jawa Barat,

Nama Faisol di Jawa Barat, di perkenalkan lewat tulisan Kang Unay di sebuah Majalah Mangle dan Koran Tadjuk keduanya adalah koran cetak yang terbit di Jawa Barat.

Saat ini, tengah menjalankan Pascasarjana di Waskita Dharma Malang untuk Mendapat Gelar Magister Administrasi Publik (MAP) dan bekerja sebagai Kepala perwakilan Madura, Media Temporatur.com