Kepsek SMK Al-Imron Pakamban Laok Angkat Bicara, Terkait laporan Wali Siswa terhadap awak Media.

Foto : Lembaga Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Imron Pakamban Laok, Kec. Pragaan Kab. Sumenep (ft. Amiruddin)

Sumenep,- Setelah diberitakan di Media online dan sempat viral, terkait Dugaan pemotongan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2024 bagi siswa yang di lakukan oleh kepala Sekolah di Kab. Sumenep, mengundang reaksi tidak menyenangkan bagi pelaksana kegiatan sekolah di Kab. Sumenep.

Moh. Zayyif, S.Pd, Kepala Sekolah SMK Al-Imron Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Mengaku, kalau pihaknya dilaporkan oleh Wali kelas dan di viralkan melalui jejaring sosial lewat berita online.

Menurutnya, pemberitaan yang menyudutkan dirinya dan sempat viral itu, membuatnya mendapat teguran dari Kacabdin Kab. Sumenep, namun pada akhirnya terselesaikan setelah dilakukan penjelasan terkait adanya simpangsiurnya pemberitaan. Tegasnya.

Saya sampaikan, jika pihak lembaga memiliki kewenangan dan kebijakan terhadap siswa dan wali siswa, dan kebijakan lembaga itu sudah di sepakati oleh stackholder di internal sekolah, jadi jika ada hal diluar yang tidak disukai oleh Wali Siswa itu sudah biasa”.

Hanya kata dia, pihaknya tetap berkomitmen untuk melakukan yang terbaik demi berjalannya lembaga pendidikan yang kondusif dan memberikan kenyamanan bagi siswa dalam belajar dan menimba ilmu.

Jika ada hal yang berlawanan dengan kebijakan kami, itu sudah biasa, namun kami tidak bisa melangkah sendiri, karena lembaga pendidikan itu telah terorganisir dari atas ke bawah, dan kami sudah melakukan sesuai dengan prosedural dan kebijakan lembaga”.

Tentu kata dia, kebijakan yang berlawanan dengan Wali siswa itu menjadi atensi tersendiri, hanya saja, saya sebagai Kepala Sekolah memiliki kewenangan mutlak untuk menjalankan roda pendidikan. Jelasnya.

Saya siap berkordinasi dan berkomitmen menerima saran dan kritik demi kemajuan lembaga, tapi saya merasa tidak terima jika saya dituding menodai lembaga dengan tidak sebenarnya saya lakukan sendiri, apa yang saya lakukan adalah keputusan bersama dan kesepakatan bersama”.

Ia juga mengatakan, kalau pihaknya dengan Kacabdin Kab. Sumenep, selalu berkordinasi terkait kemajuan program lembaganya, artinya kata dia, pihaknya tidak marah jika ada banyak tudingan miring yang diarahkan kepadanya, hanya saja, ayo keritik membangun, jangan mengumbar kebencian yang sifatnya adu domba. Tegasnya.

“Saya senang bergaul Mas, dan suka berdiskusi apalagi kalau ada persoalan yang berkaitan dengan lembaga apapun itu, dan saya tidak mau membela diri jika saya terbukti bersalah”

Makanya, sambung dia, sebagai tenaga pendidik  ia tidak akan membela diri dengan menyebarkan berita dan kebohongan kepada publik.

“Silahkan awasi gerak langkah saya sebagai kepala Sekolah, karena hanya dengan cara seperti itu, menjadikan saya belajar menjadi lebih baik”.  Pungkasnya. (Amiruddin)