Sumenep,- Pengajian Keagamaan yang menghadirkan Nyai Mila dari Surabaya, disalah satu warga di Dusun Panggung Dajah Desa Bataal Timur, bermuatan politik, sehingga terendus kabar tak menyenangkan.
Bahwa, salah satu Putri dari Ibu yang mengikuti kegiatan pengajian tersebut, memposting kegiatan yang diselenggarakan dan memviralkannya lewat unggahan media sosial.
Selain itu, salah satu media online memviralkan juga dan mengunggah berita, seakan mempojokkan tuan rumah sebagai pelaksana kegiatan yang bermuatan politik tersebut.
Padahal, sudah diketahui Publik, bahwa, Nyai Mila adalah pendukung paslon No. 02 pasangan Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH dan KH. Imam Hasyim dengan Taqline Faham.
Kegiatan yang yang digelar secara bergilir di Kec. Ganding itu, bertepatan pada Hari Jumaat Tanggal 1 November 2024 itu bertempat di dua Desa, yakni Desa Bataal Timur dan Ketawang Daleman.
Pelaksana kegiatan sosialisasi, Pasangan Calon Bupati Kab. Sumenep, No. 02, wilayah Kec. Ganding, Faisol mengaku kepada media, jika pihaknya di minta oleh Konsultan kegiatan Sosialisasi FAHAM Wilayah Kec. Ganding di empat titik, yakni, Desa Bataal Timur, Ketawang Daleman, Gadu Barat dan Rombiya Timur.
“Jadi, ada empat titik yang saya garap, hanya dua kegiatan yang berlangsung, Yakni Bataal Timur dan Ketawang Daleman”
Makanya, kata dia, kegiatan dalam mengkampanyakan masing-masing Paslon baik nomor urut 01 dan nomor 02 di Kab. Sumenep, tidak harus disoal, kecuali ada batas-batas yang melanggar dan diketahui pelanggarannya.
“Jadi sesama warga Kab. Sumenep, haruslah bersaing dengan sehat tidak harus saling menjelekkan meski berbeda pilihan partai, apalagi saling melaporkan kegiatan, ini sudah gak sehat”
Ia juga menjelaskan, kegiatan yang diselenggarakan itu tidak serta merta dilaksanakan, tetapi memenuhi unsur kegiatan yang terencana termasuk peridzinan dari tingkat kecamatan dan Kepala Desa. Ungkapnya.
“Kasihan tuan Rumah, sebagai penerima kegiatan yang dipojokkan hanya karena berbeda pilihan, padahal yang sebenarnya adalah mereka ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa pilkada 2024 ada dua paslon”
Dikatakan, Faisol, Masalah kampanya politik saat ini dirasa, sah-sah saja, namanya ada pilihan, makanya kita bebas memilih jangan menebar kebencian dengan saling melaporkan.
“Dukung sesuai dengan pilihan hatimu, tidak harus menebar kebencian, dan berbeda pilihan itu hal yang biasa tidak harus dibesar-besarkan, apalagi sampai di viralkan”
Jadi mereka berkampanya dan mengenalkan Paslon yang didukung itu sudah menjadi tanggungjawabnya, tinggal kita mau mendukung atau tidak. Pungkasnya. (Nawari)





